Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Wednesday, June 12, 2013

Menjadi pribadi -pribadi yang utuh 100%

Menjadi orang yang 100 
“ Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu semuanya ke dalam Islam secara kaaffah ( totalitas, menyeluruh,100%) dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya dia itu  musuh yang nyata bagimu.” ( TQS. Al-baqarah : 208)


Sobat, segala sesuatu yang kita lakukan harusnya diawali dengan niat dan tekad yang kuat untuk maju, dan setelah itu berikan energy,perhatian dan keseriusan dan kesungguhan kita 100%  bukankah itu adalah perintah Allah dalam kitabnya sebagaimana saya tulis dalam lead artikel ini.

Ketika kita tidak 100%(kaaffah,totalitas), sebenarnya kita telah memberikan kesempatan kepada syaithon untuk mengganggu kita. Kita telah memberikan ruang di antara dua telinga kita kepada syaithon untuk bersarang di dalamnya.  Mengapa harus 100%? Karena bila tidak 100% maka kita tidak akan bisa meraih mimpi-mimpi kita. Yang seharusnya terjadi tidak akan terjadi.

Sobat, kita jangan berharap akan bisa mendapatkan 100% untuk meraih hal-hal yang kita inginkan, jika kita tidak memberikan 100% energy dan perhatian kita. Orang-orang yang tidak 100%, sebenarnya ia tidak serius, tidak bersungguh-sungguh mengupayakan impian-impiannya.  Ia hanya hidup dalam angan-angan mengikuti nafsu syaithon.

Hukum alam telah mengajarkan kepada kita, Proses penciptaan manusia dari ratusan juta sel sperma hanya yang kuat, hanya yang 100% sempurna dengan pertolongan Allah nyampeklah di sel ovum menjadi zygot kemudian membelah-belah dan berkembang menjadi janin dan Sembilan  bulan kemudian lahirlah kita. Dengan 100% lahirlah kita sebagai juara. Maka pantaslah kita bersyukur kepada Allah SWT.

Contoh lain,  kita di rumah akan menambah 1 unit AC. Dan untuk menyalahkan AC pertama kali, setiap pk-nya dibutuhkan energy listrik minimal 500 watt, tetapi ternyata kesediaan energy listrik hanya 499 watt. Pertanyaannya apakah AC nya dapat nyala? Tentu tidak. Kenapa? Karena kurang 1 watt, tidak mencukupi 100%!  Hasilnya  0 %.  Apa artinya sobat?  Ketika tidak 100%, maka hasilnya adalah 0 %

Ok sobat, saya kasih contoh lagi, ketika ibu-ibu itu membuat kue dengan resep yang kurang 1 % saja apa yang terjadi? Pernah nggak kita dapati kuenya jadi bantat (bhs jawanya). Pesawat terbang sebelum tinggal landas dia harus berjalan di bandara dengan jarak kurang lebih 3-4 km hingga mencapai kecepatan tertentu yang menjadi syarat pesawat bisa tinggal landas, kalau tidak maka tidak akan bisa terbang. Apa itu artinya ?  Ketika tidak 100%, maka hasilnya adalah 0 %

Sobat, bagaimana agar kita bisa menjadi pribadi-pribadi yang utuh 100% ayo move-ON kan diri kita dengan memiliki Vision yang mantap dan luar biasa, lakukan Action yang 100 %, Temukan Passion Anda, dan Jangan lupa mesti ber-kolaborasi dengan yang lainnya. ( Silahkan baca artikel saya Ayo Move-ON kan diri kita).

Berikut ini beberapa hal yang bisa membantu kita menjadi pribadi-pribadi yang utuh 100% :
1.       Pusatkan pikiran Anda kepada hal-hal yang positif.
2.      Perkaya visi Anda setiap hari. Jika visi kita telah tercapai, jangan berhenti. Mulailah dengan visi yang baru, catat, lakukanlah setiap hari untuk meraih visi dunia dan visi akherat.
3.      Perhatikan hal-hal kecil. Terkadang hal-hal kecil sering kita lewatkan padahal seringkali hal-hal yang kecil adalah jawaban dari setiap persoalan yang sedang kita hadapi, hanya karena perhatian kita lebih kepada hal yang besar,maka ia terlewatkan.
4.      Pelajarilah tokoh-tokoh yang memiliki visi besar. Mengenal lebih dekat para tokoh besar dengan membaca biografi mereka akan membuat kita seolah-olah hidup bersama mereka dan membuat kita mendapatkan inspirasi.
5.      Percaya diri dan yakin. Seorang  pemimpin harus punya rasa percaya diri dan keyakinan yang mulia serta memiliki keyakinan untuk membangun kehidupan yang mulia.
6.      Perbincangkan visi kita dengan orang-orang yang kita cintai. Jangan menyimpan visi kita untuk diri-sendiri. Katakan visi kita pada orang-orang sekitar kita yang kita cintai untuk memperkokoh visi kita. Ingatlah satu hal, kita tidak bisa sendirian dalam membangun dan mewujudakan visi kita, bangunlah sebuah tim terbaik, keluarga adalah tim terbaik yang kita miliki.

Sobat, bukankah Allah berfirman ,” Sungguh Kami ciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk.” (TQS. At-Tiin:4).  Maka berikan yang terbaik dalam hidup ini yang membuat Allah layak mencintai dan menolong diri kita. Saya tutup artikel singkat ini dengan sebuah uangkapan, “Seseorang yang belajar tentang kematian akan bangkit dari kehidupan dan seseorang yang bangkit dari kehidupan akan menyadari kematian.”

Salam dahsyat dan luar biasa!

(Spiritual motivator  - N.Faqih Syarif H, Penulis Buku Thanks GOD dan Never Give Up! www.faqihsyarif.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment