Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Sunday, April 1, 2012

Catatan perjalanan road dakwah ke Pulau Seribu masjid

Catatan perjalanan road dakwah ke Pulau seribu masjid

Kamis malam, 29 Maret 2012 sekitar pukul 19.00 WITA saya telah mendarat di bandara Internasional Lombok untuk memulai road dakwah di Pulau yang terkenal seribu masjid. Di pintu gerbang kedatangan saya telah disambut ust. Subardi syabab dakwah Lombok barat yang bertugas menjemput dan mengantar ke maktab tempat para pengemban dakwah berkumpul dan berdiskusi. Dalam perjalanan ke maktab kami mencari warung atau restoran untuk makan malam rupanya masakan atau makanan di Lombok ini suka sekali menu yang amat pedas dan ini yang membuat perutku sakit/mules karena memang saya tidak terbiasa makan yang pedas-pedas. Ternyata Lombok yang nama pulau ini masyarakatnya menyukai masakan yang banyak lomboknya dalam bahasa jawa Lombok itu artinya cabe.

Malam itu saya menginap di maktab yang berupa rumah yang mungil tanpa perabotan kursi dan tempat tidur saya disambut tiga orang pemuda syabab dakwah Lombok barat yang luar biasa energik dan itu mengingatkan aku semasa di kampus Unair dulu sebagai aktivis LDK yang penuh optimis memperjuangkan tegaknya syariah Islam. Alhamdulillah Ya Allah aku berjumpa dengan saudara-saudaraku syabab pengemban dakwah di Lombok yang masih muda-muda rata-rata baru semester 2 atau 4 mereka telah memiliki kepedulian terhadap perjuangan melangsungkan kehidupan Islam. Saya bermalam di maktab dengan ditemani mereka mempersiapkan materi dan acara untuk esok di aula Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Jumat 30 maret 2012 pagi saya dijemput panitia dengan naik kereta (sepeda motor) ke Aula gubernur saya ketemu sekitar 100 syabab pengemban dakwah se-mataram dan Lombok barat baik ikhwan maupun akhwat tapi banyak akhwatnya kira-kira 4 banding 1. Pagi itu saya akan menyampaikan materi Sales Magic for Dakwah yang saya buka dengan open mind “Terlahir kembali sebagai Sang Juara” maka sudah sepantasnyalah kita memberikan prestasi yang terbaik yang menjadikan Allah ridho dan layak menolong kita. Buatlah tanda di alam semesta setiap hari-hari kehidupan kita sebelum ajal tiba/saat kita menghadap ke haribaan Allah SWT.Apa yang dimaksud dengan tanda di alam semesta itu? Kita melakukan dakwah dengan membina 1-5 orang untuk berjuang di jalan Allah dengan tsaqofah Islam serta menjadikan Islam sebagai mabda’ atau pandangan hidup bagi umat Islam. Terus mereka yang kita bina itu menjadi kader-kader dakwah yang militan untuk melakukan pembinaan juga ditengah-tengah masyarakat dengan berusaha juga membentuk kader 1-5 orang. Terus demikian seterusnya melakukan pembinaan khusus dan pembinaan umum ditengah-tengah masyarakat baik melalui kajian umum, seminar, training, khutbah jumat, kontak-kontak dakwah yang intens untuk kembali menjadikan Islam sebagai pandangan hidup dan tolok ukur dalam kehidupannya. Sobat,kalau aktivitas ini kita lakukan dengan sungguh-sungguh serta berharap hanya mencari ridho Allah SWT inilah amal yang jariah dan ilmu yang bermanfaat itulah Tanda di alam semesta. Hari ini kita terlahir kembali sebagai sang juara teriak saya. ‘Siapakah diri kita! Mereka serentak menjawab dengan penuh semangat menandai dia terlahir kembali ketika saya minta membayangkan satu peristiwa penting yang sangat menentukan sekali hidup kita dan kalau bukan karena pertolongan Allah kita tidak akan bisa hidup dan terlahir di dunia “Saya adalah Spesial! Saya adalah Sang juara! Saya pasti bisa! Allahu Akbar!” diulang-ulang sampai energy semangat positif itu mengalir ke seluruh aliran darah. Banyak diantara mereka menangis teringat selama ini mereka telah banyak menyia-nyiakan waktu dan kesempatan untuk bertindak terbaik sebagai Sang juara. Takbir!!!!

Pertemuan di aula gubernur itu berakhir hingga jam 16.00 setelah saya menyampaikan materi Sales magic for dakwah serta sesi Tanya jawab dengan para peserta mengenai berbagai hal tentang uslub dan strategi dakwah di tengah-tengah masyarakat. Kami tutup dengan bergandengan tangan erat sambil saya perndengarkan nasyid Teman Sejati mereka bersalaman dan berpelukan hangat di antara kami dan sesama para peserta tentu yang Ikhwan dengan ikhwan dan akhwat dengan akhwat. Subhaanallah alangkah indahnya pertemuan hari itu sehingga tanpa sadari menetes air mata bahagia yang mengalir deras dari kedua mataku. Kebayang di mataku dan benak pikiranku inilah kader-kader dakwah yang sangat dirindukan oleh umat. Kota Roma merindukanmu untuk dibebaskan. Kitalah penerus Muhammad Alfatih Sang penakluk konstantinopel! Allahu Akbar!!!!

Besok paginya sabtu tanggal 31 maret 2012 kami melakukan perjalanan dari mataram ke Lombok timur untuk memberikan Spiritual motivasi di Universitas Gunung Rinjani kemudian dilanjutkan pertemuan dengan syabab pengemban dakwah di daerah Lombok Timur hingga berakhir sampai waktu maghrib dengan materi yang sama dengan di Aula gubernur NTB di Mataram. Dan terus malam itu kembali ke kota mataram lagi dengan perjalanan sekitar 1,5-2 jam karena kesokan harinya saya memberikan motivasi spiritual kepada adik-adik mahasiswa BKLDK Kampus-kampus se-NTB. Ternyatanya paginya ahad 1 april 2012 dihadiri sekitar 400 orang kursi yang disediakan panitia hanya 250 orang sehingga pagi itu harus menambah lagi. Teriakan semangat ! Saya adalah special! Saya adalah juara! Saya pasti bisa! Dan Takbir terus menggema di setiap jeda saya menyampaikan materi dari pagi hingga sore. Dalam sesi “Terlahir kembali sebagai Sang juara” ada beberapa peserta yang berteriak histeris dan menangis tersedu-sedu dengan meneriakkan Takbir kemudian tersungkur melakukan sujud syukur. Menandai terlahir kembali sebagai sang juara secara mental dikumandangkan adzan dan iqomah dengan suara yang merdu dan menyentuh membuat seluruh peserta tidak tahan mengeluarkan airmata bahagia. Saya mengingatkan kepada mereka termasuk diri sendiri sebuah pernyataan yang pernah disampaikan oleh Imam Syafi’I : “ Jika Ada manusia yang hidupnya hanya untuk makan, tidur dan bekerja serta tidak digunakan hidupnya untuk mendekatkan dirinya kepada Allah dan melakukan amar makruf dan nahi munkar maka orang itu layak ditakbirkan empat kali.” Sobat, bukankah takbir 4 kali itu adalah sholat jenazah.Maka Imam syafi’I dengan kata lain mengingatkan pada kita bahwa kalau hidup ini tidak mendekatkan diri kepada Allah dan melakukan amar makruf nahi munkar dianggap kita udah mati sehingga harus disholati. Astaghfirullah!!!!!

Demikian sobat, catatan perjalanan road dakwah di Pulau Seribu masjid Lombok. saya tulis artikel ini di pagi hari saat di bandara internasional Lombok menunggu datangnya pesawat senin 2 April 2012.Semoga kita tetap istiqomah di jalan Allah serta teruslah berbuat untuk membuat tanda di alam semesta. Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi kita semua. Salam Dahsyat dan luar biasa! Allahu Akbar!!!!

( Spiritual motivator – N.Faqih Syarif H, S.Sos.I,M.Si, penulis buku Al quwwah ar ruhiyah kekuatan spirit tanpa batas dan buku Menjadi dai yang diCinta. www.faqihsyarif.com email mumtaz.oke@gmail.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment