Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Thursday, January 1, 2009

Tujuh Rahasia Hidup yang Bahagia


Apakah Kebahagiaan itu?
Oleh. N.Faqih Syarif H
Sobat, kebahagiaan adalah sesuatu yang kita cari dalam hidup ini bahkan merupakan tujuan hidup kita. Bukankah sepanjang hidup kita senantiasa mencari sesuatu yang lebih baik lagi? Banyak orang yang mencari kebahagiaan tetapi tak kunjung dapat. Ini sama sekali bukan berarti bahwa kebahagiaan itu sulit ditemukan. Bahkan sebenarnya kebahagiaan itu berada sangat dekat dengan kita. Yang membuat kita sulit menemukan kebahagiaan adalah karena kita sering terkecoh oleh sesuatu yang “menyamar” sebagai kebahagiaan
Sobat, Tahukah Anda siapa yang sering menyamar sebagai kebahagiaan? Inilah yang disebut kesenangan. Banyak orang yang merancukan kebahagiaan dengan kesenangan. Kesenangan bersifat sementara. Kesenangan bisa dicapai dari hal-hal yang bersifat fisik. Ini menghasilkan kepuasan, tetapi kepuasan yang dihasilkan tidak akan bertahan lama. Kebahagiaan yang bergantung pada kesenangan fisik tidak mantap; suatu hari, kebahagiaan itu Anda rasakan, esoknya mungkin tidak. Ketika memilih “kesenangan” dan menganggapnya sebagai “kebahagiaan”, itu artinya kita sudah berjalan ke arah yang berbeda dengan jalan kebahagiaan. Karena itu, semakin jauh menikmati kesenangan, semakin jauh pulalah kita dari jalan kebahagiaan.
Ketika seseorang akan melakukan korupsi, ia pasti didorong oleh keinginannya untuk hidup lebih baik, untuk hidup lebih nyaman, untuk mencapai kebahagiaan. Orang yang korupsi sebenarnya mencari kebahagiaan, tetapi ia tidak menyadari bahwa apa yang ada di depan matanya itu sama sekali bukan kebahagiaan. Ia tidak tahu bahwa saat ini sedang berhadapan dengan “kesenangan” . Ia telah melihat “kesenangan” sebagai “kebahagiaan”. Orang yang berselingkuh sama saja. Orang-orang ini juga adalah mereka yang mendambakan kebahagiaan. Ketika melihat lawan jenis yang menggairahkan, yang terbayang di mata mereka adalah kebahagiaan apabila mereka mendapatkannya. Mereka juga tidak sadar bahwa yang berdiri di hadapan mereka bukanlah kebahagiaan, melainkan kesenangan dan kenikmatan yang menyamar sebagai kebahagiaan.
Sobat, Jalan kebaikan senantiasa berakhir pada kebahagiaan, sementara jalan kesenangan sering berakhir pada kesengsaraan. Kebahagiaan itu adalah apa yang kita lakukan dan tercapainya segala sesuatu sesuai dengan keridhoan Allah SWt dan keridhoan Allah Swt akan tercapai bila kita melakukan segala sesuatu berdasarkan perintah dan larangan-Nya. Itulah yang menjadikan hati kita tenang dan kedamaian pikiran. Makin tinggi tingkat ketenangan pikiran kita, makin besar kedamaian yang kita rasakan, makin besar kemampuan kita menikmati hidup yang bahagia.
Orang yang berbahagia adalah orang yang dapat mengurai dan menjawab dengan benar dari mana kita berasal? ( Siapa yang menciptakan kita?) , Untuk apa kita hidup?, Dan Mau kemana kita akan kembali setelah hidup di dunia ini? . Orang yang berbahagia adalah orang yang dapat berdamai dengan dirinya, dengan orang lain, dan dengan Allah SWt. Menurut Arvan Pradiansyah penulis Buku Laris life is beautiful ada 7 makanan bergizi yang jika kita konsumsi dapat ciptakan kebahagiaan pada kita yang dia sebut dengan istilah The 7 Laws of Happiness atau Tujuh Rahasia Hidup yang Bahagia. Adapun ketujuh rahasia tesebut adalah sebagai berikut :
1. Sabar (Patience): Sabar adalah kunci dari segala kunci, sumber dari segala sumberkebahagiaan. Sabar kala susah sangat penting. Sabar kala senang jauh lebih penting. Sabar adalah kemampuan untuk menunda respons. Bagi orang yang sabar … Tak ada kata tak bisa, tak ada kata tak mungkin. Segala sesuatu selalu mungkin untuk dilakukan.
2. Syukur(Gratefulness): Bersyukur berarti menerima apa pun yang kita dapatkan dengan senang hati, Kita bisa bersyukur kalau kita memikirkan hal-hal yang telah kita miliki, niscaya kita akan mendapatkan kenikmatan dan berkah yang tak ternilai harganya.
3. Sederhana (Simplicity): Kita sering menghadapi masalah yang rumit dan kompleks karena kita terlalu masuk ke hal-hal yang teknis dan terperinci. Dan pada akhirnya, kita sering melupakan bahwa hakikat masalah tersebut sebenarnya sederhana saja. Rahasia kesedrhanan akan selalu mengingatkan kita akan esensi sebuah masalah dan tujuan besar yang ingin kita capai.
4. Kasih (love): Rasulullah Muhammad pernah bersabda “Belumlah kita dapat dikatakan beriman sebelum kita mencintai orang lain sebagaimana kita mencintai diri kita sendiri”
5. Memberi ( Giving ): Orang yang mengasihi dan mewujudkan kasih itu dalam bentuk tindakan memberi. Orang yang memberi dengan dasar kasih adalah orang yang ikhlas. Orang yang seperti ini akan merasakan indahnya sebuah tindakan member. Memberi menghasilkan energy yang mencerahkan, menimbulkan rasa puas dan bahagia.
6. Memaafkan ( Forgiving ) :Memaafkan tak akan menghapuskan masa lalu yang pahit. Menyembuhkan kenangan bukanlah dengan menghapus ingatan. Justru, memaafkan hal-hal yang tak bisa kita lupakan menciptakan cara baru untuk mengenang. Kita mengubah kenangan lama kita menjadi harapan masa depan kita. Ada banyak sekali penyakit yang dapat muncul karena ketidakmauan kita untuk memaafkan orang lain itulah hasil penelitian seorang dokter di California . Dia juga mengatakan ‘ memutuskan untuk tidak memaafkan berarti mengambil keputusan untuk menderita.’
7. Tawakkal kepada Allah : Menjalin hubungan baik dengan pencipta kita, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang. Dan Tawakkal adalah bentuk tertinggi dan perjuanga puncak dari setiap manusia.
Melaksanakan rahasia 1 sampai 6 saja belum akan menghasilkan kebahagiaan dan kedamaian yang abadi kecuali dengan rahasia ketujuh adalah penutup dari semuanya.
Namun sobat, Tawakkal baru dapat dicapai setelah kita juga melakukan perjuangan yang sangat besar, mulai dari menanamkan kesabaran, rasa syukur, kesederhanaan, kasih, member dan memaafkan. Ini adalah sebuah proses yang penuh dengan perjuangan. Semoga kita bisa meraih kebahagiaan yang hakiki. Amin
(www.fikrulmustanir.blogspot.com atau www.faqihsyarif.com )

Next Prev home

0 comments:

Post a Comment